Senin, 24 Oktober 2022

Artificial Intelligence Baik atau Buruk untuk Kita?

 AI Artificial Intelligence adalah topik hangat saat ini, dan dengan alasan yang bagus. Ini adalah masa depan dunia kita, dan memiliki begitu banyak potensi penggunaan yang sulit untuk membayangkan apa yang akan dapat kita lakukan dengan teknologi ini hanya dalam beberapa tahun.

Photo by Kenny Eliason on Unsplash

Tapi saya pikir penting juga untuk diingat bahwa AI tidak semuanya baik. AI dapat digunakan untuk tujuan positif dan negatif, yang berarti bahwa kita perlu berhati-hati tentang bagaimana kita menggunakannya.

AI adalah teknologi terobosan yang mengubah cara kita bekerja, bermain, dan berkomunikasi. Meskipun AI masih dalam tahap awal, namun AI memiliki potensi untuk menciptakan hasil yang positif dan negatif.

Kabar baiknya adalah AI dapat membantu kita memecahkan masalah-seperti bagaimana cara mendapatkan tidur malam yang lebih baik atau bagaimana menggunakan smartphone kita dengan cara yang lebih berkelanjutan. AI juga dapat membantu kita melakukan hal-hal seperti menciptakan produk atau layanan baru yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.

Kabar buruknya adalah bahwa AI juga dapat menyebabkan hilangnya pekerjaan dan ketidaksetaraan karena mesin mengambil alih beberapa tugas kita. Dan meskipun AI dapat digunakan untuk mencegah kejahatan dengan menemukan potensi ancaman, AI juga dapat digunakan untuk mendiskriminasi orang berdasarkan ras atau jenis kelamin mereka. Penting bagi semua orang untuk memahami implikasi ini sehingga mereka dapat membuat keputusan berdasarkan informasi tentang jenis teknologi apa yang mereka inginkan dalam hidup mereka!


AI adalah topik yang sangat besar, dengan banyak kemungkinan.


Tetapi apa artinya? Dan bagaimana Anda bisa menggunakannya untuk membuat bisnis Anda lebih baik?


Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi apa itu AI, cara kerjanya, dan jenis bisnis apa yang sudah menggunakannya untuk membuat produk atau layanan mereka lebih baik. Kita juga akan melihat beberapa masalah etika yang muncul terkait kecerdasan buatan (AI).


Banyak orang berpikir bahwa AI hanyalah sekumpulan mesin yang bisa melakukan segalanya. Tetapi kenyataannya, AI belum bisa melakukan segalanya.


Masalahnya, AI harus dilatih oleh manusia. Dan yang lebih penting lagi, manusia harus melatih AI mereka sehingga mereka belajar bagaimana berpikir seperti manusia! Jadi, jika Anda menginginkan AI yang belajar berpikir seperti Anda dan teman-teman manusia Anda, maka Anda harus mulai melatihnya sekarang.

AI adalah terobosan dalam teknologi yang dapat menciptakan gambar yang terlihat realistis dan alami. Gambar-gambar ini bisa positif atau negatif, baik atau buruk.

Jika Anda berpikir untuk menggunakan AI untuk membuat gambar, Anda mungkin bertanya-tanya apakah itu akan positif atau negatif.

Positif atau Negatif?

Hal ini tergantung pada situasi dan orang yang menggunakannya. Misalnya, algoritme pembelajaran mesin dapat dirancang untuk mengenali pola dalam perilaku manusia, yang berarti dapat mengenali emosi dan perilaku orang. Ini bisa berarti sesuatu seperti "jika seseorang bahagia, mereka akan tersenyum; jika mereka sedih, wajah mereka akan terlihat sedih". Informasi ini kemudian dapat digunakan oleh algoritma pembelajaran mesin untuk membuat gambar yang memiliki emosi tersebut di dalamnya.

Hal yang sama berlaku untuk emosi negatif: jika seseorang marah atau kesal, algoritme dapat menggunakan informasi ini untuk membuat gambar yang menunjukkan emosi ini.

Kecerdasan buatan adalah alat yang ampuh yang dapat digunakan untuk kebaikan dan keburukan.

Di masa lalu, kecerdasan buatan digunakan terutama untuk menciptakan terobosan dalam teknologi. Sekarang kita menggunakan AI untuk meningkatkan kehidupan kita dalam banyak hal - mulai dari mengajari kita cara memainkan alat musik hingga memastikan semua pesan kita terbaca dengan benar.

Tetapi ada juga contoh bagaimana AI dapat digunakan untuk tujuan negatif-misalnya, dengan membuat gambar palsu yang diyakini orang sebagai gambar asli.

Kecerdasan buatan adalah kata kunci yang sudah ada setidaknya sejak tahun 1980-an, ketika digunakan untuk mendeskripsikan program yang bisa melakukan hal-hal seperti belajar dan merespons pola perilaku manusia. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, sudah menjadi lebih umum untuk mendengar tentang AI yang digunakan untuk membuat gambar - dan bukan sembarang gambar, tetapi gambar yang realistis.

Teknologi di balik jenis pencitraan baru ini melibatkan penggunaan teknik pembelajaran mendalam untuk melatih komputer tentang bagaimana kita melihat sesuatu. Teknik-teknik ini telah digunakan selama bertahun-tahun dalam aplikasi seperti mobil swakemudi, tetapi para peneliti baru-baru ini mulai menerapkannya untuk membuat gambar yang realistis.

Hasilnya sangat mengesankan: AI sekarang mampu menciptakan foto yang terlihat seperti foto asli dan bahkan bergerak seperti orang sungguhan. Gambar-gambar baru ini digunakan untuk segala hal, mulai dari kampanye iklan untuk produk seperti mobil dan makanan, hingga tes pencitraan medis (seperti CT scan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar